The Darkest Side of the Brightest Man : Leonardo Da Vinci Oleh : Ira Sophia
(The Perfect Proportion a.k.a Vitruvius Man)
Artikel yang dirangkum dari sebuah wacana olahan organisasi rohani di Eropa ini mungkin akan menyinggung beberapa pihak. Tetapi akan saya coba untuk menguraikannya dengan sebaik-baiknya.Sebagai tafsiran kemungkinan atas fakta sejarah.Kesimpulan yang disajikan disini hanyalah sebuah opini, tetapi fakta-fakta yang digunakan adalah nyata.
Pada abad ke 14 dan 15 setelah Kristus, hidup seorang pemimpi dengan berbagai bakat : Leonardo Da Vinci.
Bagai wadah seorang alkimia, ia menggabungkan seni, ilmu pengetahuan, musik, kepercayaan, puisi, masakan, pencarian jawaban yang tanpa akhir dan perayaan kehidupan. Namanya merupakan lambang dari zamannya, salah satu sejarah peradaban yang paling memukau, Zaman Renaissance (Kebangkitan).
Senantiasa diawasi ketat oleh agama, Leonardo mencoba memahami makna gaib dunia. Dan itulah sebabnya ia lebih dari seorang seniman. Ia mencoba memahami mekanisme kehidupan, dan untuk mengalahkan kematian. Dari saat ia mulai melukis sampai sekarang, 3 ribu tahun setelah Kristus, ia telah berulang kali dianggap sebagai orang bidah, ilmuwan gaib dan seorang alkimia. Namun berulang kali ia mampu menghindari tuduhan-tuduhan ini.
Tak mudah bagi orang yang hidup di zaman Leonardo untuk menghindari tuduhan semacam itu, apalagi jika orang itu memang seperti yang dituduhkan: seorang bidah, ilmuwan gaib, dan lebih dari segalanya : seorang alkimia.
Kali ini kita akan menelusuri jejak Leonardo di jalan menuju pengetahuan terlarangnya, memasuki dunia priadi Leonardo.
Alkimia : Leonardo dan Perbandingan Yang Sempurna (The Perfect Proportion)
Seni kegelapan disebarkan melalui simbol-simbol. Bukan semata-mata karena mereka merupakan ilmu pengetahuan terlarang, tapi juga karena rahasia yang disampaikan tidak selalu bisa diungkapkan dengan kata-kata. Rumus yang berusaha untuk mengubah elemen, membangkitkan malaikat, menciptakan kehidupan. Bagaimana rumus semacam itu bisa dinamakan?
Walau secara umum disembunyikan dalam karya lukisan, simbol dan pesan rahasia ini kadang ditemukan pada konstruksi gedung dan bahkan pada katedral Kristen.
Walau alkimia telah terus ditolak secara tegas oleh ilmu pengetahuan sejak awal abad ke-4, kata ”alkimia” membuat kita berpikir mengenai bagian-bagian yang tersembunyi, pintu terkunci dan rahasia yang tersimpan rapi. Kata ”alkimia” secara harfiah berarti kegelapan dunia, dan berasal dari zaman kuno. Tujuannya hampir sama dengan obat-obatan masa kini, bio-genetika dan bahkan fisika. Bahkan penemuan seperti kloning, DNA dan energi dari lubang hitam (black holes) lebih terkait dengan tujuan semula ilmu thaumaturgi ini daripada yang diakui oleh agama maupun ilmu pengetahuan. Kata ”alkimia” mengarah pada pencarian spiritual, misteri dan rumus-rumus untuk transformasi yang dianggap milik kekuasaan Tuhan.
Kasarnya, alkimia mencoba menemukan rumus untuk mengubah segala jenis logam menjadi emas. Tapi ini hanya kiasan untuk menjelaskannya sebagai penyelidikan yang lebih mendalam. Beberapa prinsip alkimia terdapat pada buku berjudul ”Timeo”, oleh Plato. Di sana, Sang ahli filosofi Yunani ini bertanya, terbuat dari apakah alam semesta itu dan siapakah penciptanya? Ia menjawab bahwa bumi dan kehidupan terbuat dari empat elemen : api, air , udara dan tanah, dengan proporsi perbandingan tertentu. Malah sebenarnya, proporsi merupakan elemen ke-5 yang berfungsi untuk mengikat semua elemen lainnya bersama. Elemen ini merupakan jiwanya, inti kehidupan. Menemukan perbandingan yang agung inilah yang menjadi tujuan para alkimia. Dengan ini, mereka bisa mendapatkan sari untuk tetap muda, rahasia keabadian, perpindahan jiwa.
Jadi menemukan simbol-simbol ini dalam karya Leonardo bukanlah sesuatu yang tidak masuk akal. Setelah 550 tahun kemudian, pesannya masih berbicara bagai suatu pengetahuan. Suatu konfirmasi halus bahwa sejarah tidak seperti yang diceritakan. Bahwa pengertian ”cahaya” tidak seperti yang selama ini dijelaskan. Tuhan dicerminkan sedemikian rupa seperti bunga di kubah katedral. Perhatikan salah satu karya Leonardo yang paling revolusioner : The Adoration of The Magi.
Sekelompok pesan berkode dan teknik-teknik misterius. Walau secara seni, lukisan ini 5 abad lebih awal dari masanya, secara metafor, lukisan ini mengandung kemisteriusan dan makna yang mungkin tdak akan bisa kita mengerti...
…to be continued…
(next : The Adoration of The Magi. Istirahat dulu yee.. ntar dsambung lg, ngantuk niy, hehehe)
critics&comments are allowed