Blog EntryDosa Arsitek Nov 18, '07 11:00 PM
for everyone
Konferensi Dunia Perubahan Iklim di Bali, Desember
2007, masih menunggu waktu, tetapi pemanasan Bumi
tidak dapat ditunggu lagi. Bencana melabrak tempat di
mana pun tanpa pandang bulu, negara maju atau
terbelakang, kaya atau miskin. Gelombang panas melanda
Jepang, Perancis, dan beberapa negara Eropa lainnya.
Banjir melanda Korea, Inggris, Sulawesi, dan
Kalimantan justru saat musim panas.

Badai laut menelan puluhan korban di kawasan Asia
Pasifik. Mei 2003, Amerika dihantam topan Tornado
sebanyak 562 kali jauh melebihi yang pernah terjadi
pada waktu sebelumnya. Anomali cuaca muncul di segenap
penjuru dunia dan sangat berpotensi membawa bencana.

Juli 2003 Badan Meteorologi Dunia memperingatkan
akibat pemanasan Bumi, cuaca ekstrem akan lebih sering
muncul. Celakanya ancaman ini akan lebih banyak
menimpa wilayah sekitar khatulistiwa, tempat negara
berkembang umumnya berada.

Pemanasan global

Adalah Baron Jean Baptiste Fourier (1820), ahli
matematika Perancis, sebagai penggagas pertama teori
"gas rumah kaca" (greenhouse gases). Peran CO2 sebagai
salah satu gas rumah kaca sangat dominan dalam
mengatur suhu planet. Konsentrasi CO2 atmosfer Bumi
adalah yang paling memadai untuk menciptakan suhu
ideal bagi kehidupan makhluk hidup. Konsentrasi
CO>sub<2>res< >res< di Venus terlalu tinggi, suhu udara
planet ini menjadi sangat tinggi dan tidak
memungkinkan kehidupan berlangsung di sana. Situasi
Mars sebaliknya, rendahnya konsentrasi CO2 membuat
planet ini beku dan kehidupan juga tidak dimungkinkan.

Ilmuwan sepakat, pemanasan Bumi disebabkan peningkatan
CO2 atmosfer. Konsentrasi CO2 meningkat 25 persen
setelah Revolusi Industri. Pusat pemantauan cuaca
Amerika di Mauna Loa, Hawaii, memperlihatkan kenaikan
CO2 18 persen dari tahun 1958 hingga 2002 dan
menaikkan suhu dari 0,5 hingga 2 derajat Celsius.

Pembangkit listrik di Amerika Serikat mengemisi 2,5
miliar ton CO2 per tahun, sementara kendaraan bermotor
melepaskan 1,5 miliar ton per tahun. Ilmuwan mengklaim
tanpa ada usaha mengurangi emisi CO2, suhu udara
Amerika akan meningkat 1,5 hingga 4 derajat Celsius
akhir abad ini.

Negara maju gagal mematuhi Protokol Kyoto 1997 untuk
memangkas 5 persen emisi CO2 hingga akhir 2012.
Konferensi Lingkungan bulan Desember 2003 di Milan
memprediksi emisi CO2 di negara maju justru meningkat
17 persen hingga akhir 2010 daripada 20 tahun lalu.

Bangunan boros energi

Studi konsultan energi Inggris, Max Fordam, mengungkap
bahwa sektor bangunan mengonsumsi 50 persen total
konsumsi minyak nasional negara maju, sektor
transportasi mengonsumsi 25 persen, dan sisanya 25
persen dikonsumsi industri. Konsumsi minyak 50 persen
di bangunan memperlihatkan betapa rentannya peran
arsitek dalam menyumbang CO2 yang memicu pemanasan
Bumi.

Dengan suhu udara ekstrem saat musim dingin, negara
maju menggunakan energi untuk pemanas ruang. Dengan
suhu udara tidak ekstrem, masih berada di sekitar
ambang kenyamanan, lebih dari 90 persen bangunan
kantor di Jakarta bergantung pada AC yang konsumtif
terhadap energi dan melepaskan jutaan ton CO2. Terlalu
banyak energi dibuang untuk pendingin ruangan yang
semestinya tidak perlu jika arsitek menguasai
perancangan bangunan hemat energi sesuai dengan iklim
setempat.

Selain membuat pengguna bangunan kedinginan, sebagian
besar kantor di Jakarta boros energi karena mematok
suhu ruang terlalu rendah. Patokan suhu ruang masih
meng-adopt standar asing, ASHRAE, yang terpaut 1
hingga 3 derajat lebih rendah daripada kebutuhan
kenyamanan manusia Indonesia; berkonsekuensi membuang
10-30 persen lebih banyak energi. Penelitian di
Bandung memperlihatkan suatu potensi penghematan
energi; suhu nyaman manusia mendekati suhu udara luar.
Dengan rancangan tepat, tidak satu pun bangunan di
Bandung memerlukan AC.

Dalam suatu seminar internasional, Dr Robert Vale,
penulis buku laris Green Architecture, tercengang
mendengar pemaparan saya tentang kemampuan survival
manusia tropis seperti Indonesia menghadapi kelangkaan
sumber minyak dunia jika benar-benar habis. Untuk
kehidupan dasar, manusia tropis tidak memerlukan
energi. Manusia tropis dapat hidup dengan pakaian
normal di alam bebas atau hidup di bangunan tanpa
dinding. Tidak seperti halnya mereka yang bermukim di
iklim subtropis, manusia tropis dapat bertahan hidup
tanpa pemanas atau pendingin ruangan dan tidak
memerlukan energi.

Dosa arsitek

Arsitek merancang kota, mengubah wajah kota, mengukir
permukaan tanah kota. Jika kota atau perumahan tidak
disediakan trotoar atau jalur khusus sepeda, itu
kesalahan arsitek. Arsiteklah yang menyebabkan warga
kota menggunakan kendaraan bermotor untuk jarak pendek
karena tidak ada trotoar atau jalur sepeda. Arsiteklah
yang mensterilkan kota dari pejalan kaki dan
pengendara sepeda. Arsiteklah yang membuat kota boros
energi dan mengemisi banyak CO2.

Bus tingkat (double decker) di Eropa berisi 70
penumpang mengonsumsi 1/30 bahan bakar per orang per
100 km dibanding kendaraan pribadi ditumpangi satu
orang. Bus berpenumpang 25 masih menghemat 1/10 bahan
bakar dibandingkan dengan kendaraan pribadi. Kendaraan
pribadi merupakan penyumbang CO2 terbesar di sektor
transportasi. Lima liter bensin digunakan kendaraan
pribadi akan melepas 15 kilogram CO2 ke udara. Tiga
ratus ribu kendaraan pribadi di Jakarta melepas
sekitar 4,5 ribu ton CO2 per-hari atau 1,5 juta ton
per tahun. Tangan arsitek punya andil besar dalam hal
ini.

Tangan arsitek membuat kota miskin ruang terbuka,
miskin vegetasi penyerap CO2. Tangan arsitek
memanaskan kota karena terlalu banyak perkerasan aspal
dan beton, memunculkan fenomena heat urban islands.
Kota berperilaku seperti pulau yang memancarkan panas
di tengah hamparan lahan yang lebih dingin. Kenaikan
suhu kota dan kenaikan suhu lingkungan menyulitkan
bangunan dapat nyaman tanpa AC. Semuanya adalah andil
arsitek.

Dalam buku terbarunya Adapting Buildings and Cities
for Climate Change, Prof Susan Roaf mengutip
pernyataan Sir David King, Kepala Penasihat Perdana
Menteri Inggris bidang Sains, Climate change is now a
greater threat to humanity than terrorism. Perubahan
iklim (akibat pemanasan Bumi) jauh lebih berbahaya
daripada terorisme.

Arsitek berperan besar dalam memanaskan Bumi.
Kekeliruan tangan arsitek akan memanaskan Bumi dan
berpotensi lebih besar membasmi manusia dibandingkan
dengan kemampuan teroris.

KOMPAS
Selasa, 11 September 2007

igloodesigndecor wrote on Nov 19, '07
Terus solusinya gimana dong Ra? maksud g kalo itu semua mungkin sudah maklum lah...tapi ke depannya ada yg bahas gak soal penanggulangannya
sophisticity wrote on Nov 19, '07
solusinya??
Here's one of the millions solutions I really love:
igloodesigndecor wrote on Nov 19, '07
maksudnya desain rumah dibikin lebih organik gitu ya?
sophisticity wrote on Nov 23, '07
maksudnya desain rumah dibikin lebih organik gitu ya?
iya betul! lebih organik terutama dari segi material bangunan...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.