Aku bukan buta, hanya tak dapat melihat. Aku bukan tuli, hanya tak dapat mendengar Aku bukan bisu, hanya tak dapat berucap. Ada apa sebetulnya dengan jiwa kelanaku hari ini?
Apakah angin tak lagi mampu membisikkan pertanda yang berusaha kau sampaikan? Atau memang kau yang pergi begitu saja?
Gembala macam apa yang meninggalkan domba-dombanya di tanah yang gersang? Hei! Aku bertanya padamu! Apakah kau sudah tidak punya nurani lagi?
Aku bukan buta, hanya tak ingin melihat. Aku bukan tuli, hanya tak ingin mendengar Aku bukan bisu, hanya tak ingin berucap. Jiwa kelanaku sudah lelah!
Bahkan hujan menyentuh wajahku tanpa suara, Kali ini aku tahu pasti, ia telah bisu...
Harimau bukan raja jika tanpa taring! Begitupun aku... Bukan padang rumput jika tanpa gembala dan domba-dombanya.
Aku bukan buta, hanya benci melihat. Aku bukan tuli, hanya benci mendengar Aku bukan bisu, hanya benci berucap. Ku benci menjadi padang rumput yang harus menanti satu musim semi berikutnya untuk gembala-gembala muda yang belum mengerti cara mengikat domba-domba mereka. Aku benci menanti!!!!!