(harap lepas sejenak kacamata perspektif agama lo saat membaca topik ini)
setiap org punya jiwa buana yg harus diwujudkan suatu misi lo untuk hidup di dunia untuk memahami jiwa buana, jiwa meraih cita-cita, orang harus mempunyai keberanian. Mewujudkan impian memang tidak mudah, bahkan menakutkan.
“Memang menakutkan dalam mengejar impianmu, kau mungkin kehilangan semua yang telah kau dapatkan,”
Kita senantiasa bermimpi akan banyak hal semasa kecil. Dan sekarang, impian2 itu mulai pudar, seiring berjalannya waktu. Bila seseorang membuat keputusan, sebenarnya dia menyelam ke dalam arus kuat yang akan membawanya ke tempat-tempat yang tak pernah dia impikan saat pertama kali membuat keputusan itu..
"hanya satu hal yang membuat mimpi tidak dapat diraih, yakni perasaan takut gagal."
Tapi jangan khawatir. Alam semesta akan membantu mewujudkan legenda pribadi kita bila kita berusaha mewujudkannya, yaitu dengan membaca pertanda-pertanda yang diberikan alam dan kemudian mempelajarinya untuk mengambil langkah selajutnya.
Alam akan berkomunikasi dengan kita dengan suatu bahasa universal (bahasa buana) yang seharusnya dipahami oleh kedua belah pihak, tiada batasan lagi, cukup dengarkan kata hati dan pertanda yg diberikan alam..
Sebelum sebuah mimpi terwujud, Jiwa Buana menguji semua yang telah dipelajari di sepanjang perjalanan. Ia melakukan hal ini bukan karena ia jahat, tapi supaya kita mampu - sebagai tambahan untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita - menguasai pelajaran-pelajaran yang kita tekuni saat kita bergerak menuju mimpi itu. Itulah titik kebanyakan orang menyerah. Itulah titik saat, seperti yg kami ucapkan dalam bahasa gurun, orang mati kehausan ketika pohon2 palem sudah terlihat di cakrawala.. “Jangan pernah berhenti bermimpi, ikutilah pertanda.”
-Dari seseorang yg memiliki kemampuan membaca pertanda- Fully inspired by The Alchemist : Paulo Coelho
 | ini kayak the secret ya...tapi emang bener lho kalo kita yakin pasti kejadian deh asal bener percaya sama yakin terhadap mimpi2 kita |
 | entah kenapa ya ra... kalo lagi serius berpikir, malahan ngga bisa ngelepas perspektif agama walau sejenak.
pertanyaan selalu berpusar disatu tempat ...berhargakah ini saat gue sudah mati ? |
Comment deleted at the request of the author.
 | Hi, salam kenal ya dari sesama penggemar Alchemist |
| |
|