Blog EntryExpecting more to ur enemy than to ur ally...Feb 22, '08 1:11 PM
for everyone
People are so unpredictible. Bahkan se-kalem-kalem-nya sobat sekantor gw ini, dia msh bisa ngomel2. Dia baru aja dikecewakan oleh sahabatnya sendiri. Alhasil, sore td, sepulang kerja, dibalik kemudi, sepanjang jalan dari kantor sampe PIE Lavender dia ngomel2 gak jelas. Akhirnya setelah agak reda ngomel2nya, gw tanya : "r u finished?", dia jawab : "no...",tapi cuma menghela nafas panjang, sepertinya udh kehabisan cacian&makian. gw tunggu sampe beberapa detik, dia bertanya kepada gw dan 2 org teman gw yg lain : "am I iritating to you from just now?", then I said : "hahaha... no laaaah", dgn logat singlish gw (yg sepertinya mulai kental, merusak british gw yg keren). Iritasi bahasa ini malah yg justru lebih mengiritasi bagi gw. Tapi at least dr pertanyaannya yg terakhir barusan, sangat mudah mengindikasikan sifatnya, gw tau inti permasalahan yg dihadapi temen gw ini. Jadi gw bilang ama dia : "It''s better expecting more to ur enemy than to ur ally...". Dia bilang : "Is it?". Oh well, is it???

Akhirnya gw jelaskan pandangan gw. Bahwa dalam hidup gw, banyak banget kejadian yang pada akhirnya bikin gw mikir untuk mulai berhenti berharap terlalu banyak sama sahabat sendiri.

Sadar gak siy kalo sebenernya musuh kita memberikan pelajaran lebih banyak daripada teman kita sendiri?

Buat gw, terkadang lebih baik berharap lebih kepada musuh gw, dibanding kepada sobat gw sendiri. Paling ngga kalo harapan gw kepada musuh meleset, gak akan berasa sakit banget, dalam arti, sebagian nurani gw punya pembenaran yg terus2an berteriak "wajar lah!! walaubagaimanapun musuh adalah musuh, dia akan berusaha menjatuhkan lo dgn berbagai cara". Tapi kalo teman gw sendiri yang notabene udh jadi harapan gw sendiri malah mengecewakan, pastinya bakalan sakit banget, seperti sudah kodratnya seorang sahabat, IDEALnya HARUS selalu ada buat kita, menolong kita, bagaimanapun caranya. But life's never be that perfect, trust me! After all, u shouldn't expecting anything from ur friendship, rite??. I mean, that's what friends are for. Bahkan tanpa kita berharap lebih pun, namanya sobat, pasti dalam niatnya akan melakukan apa aja untuk menolong kita, tapi kan pada pelaksanannya menyesuaikan dengan situasi-kondisi, jadi ga usah pake berharap!! Yeaaah.. mungkin gak semua sobat bakalan melakukan apa aja juga.. just do what's best u can do as a bestfriend, Insya Allah semuanya akan berbalik ke kita nantinya, what goes around, comes around. Gw selalu percaya karma dari dulu. Whatever u do to the nature, that's what's nature will do to u. Konsep pertemanan jauh lebih bisa gw pahami dibanding konsep menikah (sigh!).

Terakhir kata, sebelum gw gantiin dia nyetir, parkirin mobilnya di gedung parkir deket Bugis Junction (sebelum dia menyenggol mobil lain -lagi-, maklum new-driving-license-holder, nyetirnya masih kacau bgt!! masih lebih jago jebolan SIM-nembak Polres Tangerang deh!! gw maksudnya,hehehe), gw bilang sama sobat gw :

"I always expecting more only to myself. Not that I feel that I don't need others. But for some more reason, people I know always dissapointed me. So no point for expecting more. Just do what's best to u and others, never expecting anything (more). It's fair enough for everybody"

Sejam kemudian di bawah payung hijau starbucks Bugis Junction, gw&temen2 gw pun udh bisa ceria lagi, tanpa berharap apa-apa -lagi- pada persahabatan kami, selain harapan semoga sampai kapanpun "hot-choco-almond"-nya Sturbucks masih akan tetap sehangat detik-detik kebersamaan kami saat itu.

Cheers for friendship, everybody!!!





ith4aja wrote on Feb 22
Cheers juga aahh..
Hehehe... ^^
sophisticity wrote on Feb 22
ith4aja said
Cheers juga aahh..
Hehehe... ^^
Yuk yak yuk... :p
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.